> Lensa Berita Pengenalan Hukum Sejak Usia Dini

Pengenalan hukum, setidaknya perlu dilakukan sejak usia dini, kata banyak ahli menyikapi fenomena sosial hukum yang terjadi di masyarakat. Menurut ahlinya hukum, merupakan sarana pengendalian sosial. Tanpa hukum, diyakini kehidupan masyarakat akan menuju ketidakteraturan dan menimbulkan kekacauan.

Menyadari kondisi demikian, Pusat Penyuluhan Hukum terus berupaya melakukan sosialisasi berbagai peraturan perundang-undangan ke masyarakat. Tidak hanya orang dewasa, anak sekolahpun kini menjadi sasaran penyuluhan hukum.

Sebut saja SMA Negeri 104 Pasar Rebo dan SMA Negeri 51 Kramat Jati, hari rabu dan kamis lalu didatangi oleh Tim Penyuluhan Hukum Keliling Pusat Penyuluhan Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari program pembangunan hukum BPHN, menitikberatkan kepada penanaman moral, perilaku dan pemberian pendidikan hukum kepada siswa.

Menjadi mahfum, usia anak sekolah yang labil menjadi kekhawatiran berbagai kalangan ketika anak terlibat pelanggaran hukum. Tentu hal ini menjadi masalah sosial yang menjadi perhatian seluruh masyarakat dan pemerintah. Trend kenaikan pelanggaran hukum yang dilakukan anak-anak, diakui timbul tidak hanya dari faktor lingkungan, tetapi bisa juga dari pengaruh globalisasi dan kurangnya pengawasan orangtua.

Pengenalan dan pemahaman hukum menjadi tujuan utama pembangunan hukum sejak usia dini. Oleh karenanya, Pusat Penyuluhan Hukum harus melihat dengan jeli gejala atau fenomena yang terjadi di masyarakat. Seperti halnya Masa Orientasi Sekolah (MOS) dan tahun ajaran baru, menjadi kesempatan yang bagus untuk mulai mengenalkan hukum kepada siswa. Dengan begitu, harapan akan terciptanya masyarakat yang taat hukum dan tertib hukum bisa diwujudkan untuk Indonesia yang maju dan sejahtera.

Beri Komentar


Security code Refresh