> Lensa Berita Lomba Kadarkum, Sarana Memasyarakatkan Hukum

Lomba Kadarkum, Sarana Memasyarakatkan Hukum

Lomba Kadarkum Tingkat Pusat kerjasama Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkumham dan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiah, hari ini resmi ditutup oleh Kepala Pusat Penyuluhan Hukum (Kapusluhkum) DR. Susy Susilawati (28/10).

Kepala BPHN DR. Wicipto Setiadi yang dalam sambutannya yang dibacakan Kapusluhkum mengatakan, kegiatan lomba kadarkum wanita tingkat pusat merupakan salah satu upaya memasyarakatkan hukum. Tujuannya, agar tercipta budaya hukum. Dengan demikian akan memacu kualitas tingkat pengetahuan dan pemahaman hukum serta kesadaran hukum. “Termasuk juga di dalamnya, penyelenggara aparatur negara,” katanya.

Menurut Kepala BPHN, implementasi dari lomba ini adalah masyarakat selanjutnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Mengerti kewajiban dan hak sebagai warga negara adalah wujud dari masyarakat cerdas hukum,” ujarnya yang dibacakan Kapusluhkum.

Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Aisyiah Noorjannah Johantini, menyatakan sangat bangga dengan kegiatan Lomba Kadarkum. Dirinya bertekad untuk menjadikan lomba Kadarkum sebagai kegiatan rutin organisasi Aisyiah. Dirinya mengucapkan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada BPHN, khususnya Pusat Penyuluhan Hukum yang dengan sukses menyelenggarakan lomba dari awal hingga akhir.

Kepada organisasinya, Ketua PP Aisyiah juga menyerukan untuk menjadikan lomba sebagai pendidikan yang berharga. “Kita tidak mengenal kata menang dan kalah. Yang perlu adalah pemahaman dan peningkatan kesadaran hukum dan HAM serta bagaimana implementasinya bisa ditularkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Noor.

Pantauan BPHNTV, Lomba Kadarkum yang diselenggarakan sejak hari selasa hingga kamis menghasilkan 4 juara yang berhasil menyisihkan peserta lainnya. Keempat pemenang tersebut, adalah kelompok dari Pengurus Ranting Kota Depok sebagai Juara I, Universitas Muhammadiyah Jakarta I sebagai juara II, Kota serang juara III dan UHAMKA sebagai juara harapan I.

Perjuangan ke empat tim yang berhasil masuk final tersebut tidaklah mudah. Selama dua hari, mereka berjibaku sesama tim lainnya untuk belajar tentang hukum dan HAM, termasuk di dalamnya adalah materi yang diberikan panitia. Beberapa materi tersebut, yaitu PKDRT, Trafficking, Bullying, Narkoba, Perkawinan dan lain sebagainya.***(Has)

Beri Komentar


Security code Refresh