> Lensa

Lensa Berita BPHNTV

Penyuluhan Hukum Keliling di Taman Mini Indonesia Indah

BPHNTV-Jakarta. Minggu pagi Tim Penyuluhan Hukum Keliling bertolak menuju Taman Mini Indonesia Indah untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum keliling. Kegiatan tersebut sengaja di lakukan di hari libur, mengingat hari sabtu minggu merupakan waktu yang tepat untuk santai bersama dengan keluarga. Taman Mini Indonesia Indah, setiap sabtu minggu selalu ramai di padati oleh masyarakat yang ingin berolahraga maupun hanya sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga. Maka Tim Penyuling berinisiatif untuk menjemput bola demi terciptanya kesadaran hukum di masyarakat.

Memulai kegiatan dengan membagikan liflet hukum, buku saku hukum, komik hukum, serta stiker hukum secara gratis kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar mobil penyuluhan hukum keliling. Mendengar kata “gratis”, antusias masyarakat begitu besar. Hal ini terbukti dengan masyarakat yang segera bergegas menghampiri mobil penyuluhan hukum untuk mendapatkan cetakan hukum yang di bagikan secara gratis.

Melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum keliling di hari libur, merupakan aktivitas yang sudah biasa di lakukan oleh tim penyuluhan hukum keliling. Karena pada dasarnya kegiatan penyuluhan hukum keliling ini tidak mengenal batasan waktu, setiap saat kita bisa melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum keliling dan bisa di laksanakan di manapun.

Tidak hanya membagikan cetakan hukum, namun juga ada jasa konsultasi hukum gratis, bagi warga yang memiliki permasalahan hukum. ***(RA)

 

BPHN Melakukan Penjajakan Dengan BNP2TKI

BPHNTV-Jakarta. Menindaklanjuti MOU antara Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi terkait pemberian bantuan hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia, Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) beberapa waktu lalu dalam hal ini Pusat Penyuluhan Hukum mengadakan rapat dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Rapat tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Pusat Penyuluhan Hukum, Audy Murfi yang di dampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Pusat Penyuluhan Hukum, Kristomo. Dalam rapat tersebut Kapusluh Audy Murfi menyatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan data 20 titik pemberangkatan TKI yang tersebar di seluruh Indonesia. “Data tersebut nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan OBH yang berdomisili di 20 titik wilayah tersebut,” ungkap Kapusluh.

Perlu di informasikan, ada 3 (tiga) skema bantuan hukum yang dapat di berikan kepada para TKI, yaitu pra keberangkatan, saat bekerja di luar negeri, dan saat kepulangan TKI. Dalam proses pra keberangkatan, para tki akan di berikan pemahaman atas isi perjanjian kontrak kerja, sistem hukum negara tujuan kerja. “Pemahaman hukum di awal sangat penting, mungkin kebanyakan TKI selama ini tidak memahami isi dari kontrak ddan resiko yang akan di hadapi nanti,” ucap Kapusluh.

Di fase kepulangan, juga sering di jumpai para TKI berhadapan dengan berbagai persoalan hukum, untuk itu OBH memiliki peran yang strategis untuk mendampingi TKI pada saat kepulangan. “Kondisi-kondisi tersebut yang perlu segera di petakan bersama agar jika terdapat masalah yang di hadapi oleh TKI, tidak luput dari bantuan hukum,” tutup Kapusluh. *** (RA)

 

 

Temu Sadar Hukum di Provinsi Sulawesi Utara

BPHNTV-Jakarta. Salah satu metode yang di gunakan oleh Pusat Penyuluhan Hukum dalam melakukan sosialisasi ialah mengadakan kegiatan Temu Sadar Hukum. Beberapa waktu lalu, Pusat Penyuluhan Hukum bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Utara mengadakan kegiatan temu Sadar Hukum di Kota Manado.

Dalam kegiatan tersebut sengaja mengangkat tema mengenai Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE. Hal ini terkait dengan maraknya kasus-kasus pelanggaran hukum yang mencuat ke permukaan, karena ketidakpahaman masyarakat terkait UU ITE tersebut.

Dalam kesempatan tersebut di sampaikan informasi bahwa Transaksi Elektronik adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan alat elektronik, Internet merupakan salah satu media informasi dan transaksi elektronik.

Untuk itu Narasumber saat itu menyampaikan beberapa tips menggunakan internet dengan aman, yaitu Think before click, karena segala sesuatu yang kita posting di internet akan terekam selamanya dan bisa di lacak kapanpun melalui beberapa situs, seperti Google.

Jika seseorang melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan atau melakukan penghinaan melalui internet sedangkan yang di hina merasa tersinggung dan melaporkan kepada pihak berwajib, maka orang teserbut dapat langsung di lakukan penahanan dimana di lakukan pelaporan, karena UU ITE tidak terbatas pada locus delicti.

untuk itu penting sekali menerapkan prinsip Think before click, agar terhindar dari masalah-masalah hukum yang justru merugikan, tutup narasumber. ***(RA)