> Lensa

Lensa Berita BPHNTV

Kepala Pusat Penyuluhan Hukum Melakukan Sosialisasi Mengenai Human Traficking DI RRI Pro 3

BPHNTV-Jakarta. Pusat Penyuluhan Hukum bekerjasama dengan Pusat Pemberitaan Programa 3 RRI untuk melakukan sosialisasi Peraturan Perundang-undangan. Selasa tanggal 15 Juli Kepala Pusat Penyuluhan Hukum Bambang Palasara, SH di dampingi Rr. Yuliawiranti, SH.,CN.,MH Kepala Sub Bidang Penyuluhan Hukum Langsung menjadi narasumber dalam Acara Dialog Interaktif yang berjudul Suara Justisia.

Tema yang diangkat kali ini ialah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Mengapa Tindak Pidana Orang perlu disosialisasikan, karena saat ini semakin maraknya masalah perdagangan orang di berbagai negara, termasuk Indonesia dan negara-negara yang sedang berkembang lainnya, telah menjadi perhatian Indonesia sebagai bangsa, masyarakat internasional, dan anggota organisasi internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perdagangan orang adalah bentuk modern dari perbudakan manusia. Perdagangan orang juga merupakan salah satu bentuk perlakuan terburuk dari pelanggaran harkat dan martabat manusia. Tindak pidana perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan baik terorganisasi maupun tidak terorganisasi.

Tindak pidana perdagangan orang bahkan melibatkan tidak hanya perorangan tapi juga korporasi dan penyelenggaraan negara yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya. Jaringan pelaku tindak pidana perdagangan orang memiliki jangkauan operasi tidak hanya antar wilayah dalam negeri tetapi juga atar negara.

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut Bambang Palasara menyampaikan bahwa masyarakat dan keluarga bersama-sama dengan pemerintah maupun pemerintah daerah wajib mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang. “Peran serta masyarakat berupa pelaporan atau memberikan informasi jika melihat adanya indikasi suatu tindak pidana perdagangan orang kepada penegak hukum atau pihak yang berwajib atau turut serta dalam menangani korban tindak pidana perdagangan orang,” tutup Bambang Palasara. ***(RA)

 

Temu Sadar Hukum di SMP-SMA Mawaddah Depok.

BPHNTV- Depok. Selasa pagi, Tim Penyuluh Hukum bertolak menuju Citayem Depok untuk melaksanakan kegiatan Temu Sadar Hukum bekerjasama dengan Sekolah SMP-SMP Mawaddah (13/05). Temu Sadar Hukum merupakan salah satu metode yang di lakukan oleh Pusat Penyuluhan Hukum dalam mensosialisasikan hukum dalam hal ini peraturan perundang-undangan di masyarakat.

Dalam kegiatan Temu Sadar Hukum ini para peserta atau audiens yang hadir pun juga lebih aktif dalam menanggapai materi yang disampaikan oleh narasumber. Ada sesi dialog interaktif antara peserta atau audiens dengan narasumber. Selain itu juga, peserta kegiatan Temu Sadar Hukum juga harus menyampaikan pendapatnya ketika narasumber memberikan simulasi kasus atau permasalahan kepada para peserta atau audiens.

Dalam kegiatan Temu Sadar Hukum ini yang bertindak sebagai narasumber, Bapak Jawardi, SH., MH menyampaikan informasi mengenai Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Bapak Ridwan, SH.,S.IP., MH yang menyampaikan informasi mengenai Bullying.

Respon dari audiens yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA Mawaddah cukup baik. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang di ajukan oleh para peserta dan juga pendapat-pendapat dari permasalahan hukum yang di ajukan oleh narasumber. ***(RA)

 

Mobil Penyuling Menyambangi Taman Mini Indonesia Indah

BPHNTV-Jakarta. Minggu pagi waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga, baik di rumah mau pun di tempat wisata. Hal tersebut yang melatar belakangi Pusat Penyuluhan Hukum kerap kali melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum di hari sabtu atau minggu di tempat wisata. Sebut saja salah satunya Taman Mini Indonesia Indah.

Di lokasi tersebut bisa di bilang selalu ramai setiap sabtu atau minggu. kebanyakan mereka berolahraga, jalan-jalan untuk melepas penat selama seminggu bekerja. Dengan metode jemput bola Pusat Penyuluhan Hukum menyambangi Taman Mini Indonesia Indah pada minggu pagi untuk melaksanakan kegiatan Penyuluhan Hukum Keliling (18/05).

Memulai kegiatan Penyuluhan Hukum Keliling dengan menggunakan hiburan dari organ tunggal selalu berhasil menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Mobil Penyuluhan Hukum Keliling. Kebanyakan mereka penasaran dengan bentuk Mobil Penyuluhan Hukum Keliling berwarna cukup ‘mentereng’.

Para Petugas Penyuluh Hukum langsung memberikan informasi mengenai hukum serta cetakan-cetakan hukum seperti, stiker yang berisi slogan-slogan hukum, komik hukum, informasi singkat suatu peraturan perundang-undangan yang tertuang dalam bentuk liflet, serta film pendek & film dokumenter Hukum karya tim kreatif Pusat Penyuluhan Hukum secara gratis.

Tidak hanya itu, Mobil Penyuluhan Hukum Keliling juga memberikan layanan Konsultasi Hukum secara gratis. Sehingga setiap kali kegiatan Penyuluhan Hukum, cukup banyak anggota masyarakat yang memiliki masalah hukum dan berkonsultasi hukum dengan para petugas penyuluh hukum. (RA)